Pengertian IOT
Internet of Things atau yang sering kita
sebut IOT adalah sebuah konsep yang memiliki tujuan memperluas manfaat dari
konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Melalui internet
kita bisa melakukan berbagi data, remote control, dan berbagai hal.
Sebenarnya konsep dari apa itu IOT sendiri
sangat mudah dipahami oleh setiap orang. Karena sebelumnya saya belum paham
sekali mengenai IOT, namun setelah membaca dari beberapa sumber akhirnya saya
sendiri dapat memahaminya dengan baik.
Manfaat
IOT
Sebenarnya manfaat IOT itu sangat banyak.
Pada dasarnya, IOT itu bertujuan untuk memudahkan kegiatan manusia. Jadi,
manfaat IOT ya yang berhubungan dengan kegiatan manusia.
Akses masuk tersebut hanya boleh diketahui
oleh seorang programmer, karena jika orang lain mengetahuinya, maka perangkat
IOT kita dapat dengan mudah diprogram ulang oleh orang lain yang bukan
semestinya.
Nah, perangkat IOT tadi akan diprogram
sedemikian rupa agar dapat mengakses API tersebut secara berkala. Sebagai
contoh, ada projek mengenai pemantau suhu melalui API Telegram.
Nah pemantau suhu tadi, sudah diberikan
akses masuk atau Token Key agar dapat bertukar informasi dengan Admin atau kita
secara berkala.
Jadi pemantau suhu tersebut akan melakukan
pembaruan informasi mengenai suhu yang ia deteksi. Kemudian informasi tersebut
dikirim ke database dari API tersebut.
Lalu jika kita selaku admin ingin melihat
update informasi terbarunya, kita akan memberikan perintah khusus guna
menampilkan informasi yang kita inginkan.
Metode
IoT
Metode yang digunakan oleh IoT adalah nirkabel atau pengendalian secara otomatis tanpa mengenal jarak. Pengimplementasian IoT sendiri biasanya selalu mengikuti keinginan si developer dalam mengembangkan sebuah aplikasi yang ia ciptakan, apabila aplikasinya itu diciptakan guna membantu monitoring sebuah ruangan, maka pengimplementasian IoT itu sendiri harus mengikuti alur diagram pemrograman mengenai sensor dalam sebuah rumah, berapa jauh jarak agar ruangan dapat dikontrol, dan kecepatan jaringan Internet yang digunakan. Perkembangan teknologi jaringan Internet seperti IPv6, 4G, dan Wimax, dapat membantu pengimplementasian IoT menjadi lebih optimal, dan memungkinkan jarak yang dapat di lewati menjadi semakin jauh, sehingga semakin memudahkan kita dalam mengontrol sesuatu.
Karakteristik
dan tren
1. Kecerdasan
·
Kecerdasan
intelejensi dan kontrol automatisasi di saat ini merupakan bagian dari konsep
asli Internet of Things . Namun, perlu dilakukan riset yang lebih mendalam lagi
di dalam penelitian konsep Internet of Things dan kontrol automatisasi agar
pada masa depan Internet of Things akan menjadi jaringan yang terbuka dan semua
perintah dilakukan secara auto – terorganisir atau cerdas ( Web ,
komponen SOA ) , objek virtual ( avatar ) dan
dapat dioperasikan dengan mudah , bertindak secara independen sesuai dengan
konteks , situasi atau lingkungan yang dihadapi .
2. Arsitektur
·
Arsitektur Internet Of Things terdiri atas beberapa jaringan dan
sistem yang kompleks serta sekuriti yang sangat ketat , jika ketiga unsur
tersebut dapat dicapai , maka kontrol automatisasi di dalam Internet Of Things
dapat berjalan dengan baik dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama
sehingga mendapatkan profit yang banyak bagi suatu perusahaan , namun dalam
membangun ketiga arsitektur itu banyak sekali perusahaan pengembang IOT yang
gagal , karena dalam membangun arsitektur itu membutuhkan waktu yang lama serta
biaya yang tidak sedikit.
3.Faktor Ukuran, Waktu dan Ruang
·
Di dalam membangun Internet Of Things para engineer harus
memperhatikan ketiga aspek yaitu : Ukuran , ruang , dan waktu. Dalam
melakukan pengembangan IOT faktor Waktu yang biasanya menjadi kendala.Biasanya
dibutuhkan waktu yang lama karena menyusun sebuah jaringan kompleks di dalam
IOT tidak lah mudah dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang.
Pembagian
Internet of Things/M2M
Diagram di samping merupakan
diagram M2M/IoT
yang di kemukakan oleh Beecham Research's dengan
sektor yang sangat luas yang dibagi menjadi 9 bagian.
1. Sektor Pembangunan
Sektor Pembangunan ini diatur dalam Komersial
/ Kelembagaan, meliputi toko-toko dan supermarket, gedung perkantoran dan
departemen pemerintah, dan segmen industri, meliputi bangunan pabrik, dan
perumahan. Perangkat yang kemudian dapat dihubungkan untuk memberikan pelayanan
kepada pengguna termasuk HVAC,
kontrol akses, manajemen pencahayaan,sensor
kebakaran, sistem keamanan dan lain-lain yang berada di gedung-gedung dan
fasilitas di kedua segmen. Layanan ini dibangun untuk mengotomatisasi dan
bereaksi terhadap kondisi lingkungan.
2. Sektor Energi
Sektor Energi diatur ke dalam tiga segmen pasar:
1.
Pasokan / Permintaan, yang meliputi pembangkit listrik, transmisi / distribusi, kualitas daya dan manajemen
energi. Meliputi pembangkit listrik dari sumber-sumber tradisional – bahan
bakar fosil, hidro dan nuklir.
2.
Alternatif,
meliputi sumber baru termasuk sumber energi terbarukan seperti cahaya, angin,
pasang serta elektrokimia.
3. Minyak / Gas, yang
terdiri dari aplikasi dan perangkat yang digunakan untuk
mengekstrak dan mengangkut komoditas ini. Meliputi rig, derek, kepala sumur,
pompa dan pipa.
Sektor Rumah Tangga
Sektor rumah tangga saat ini
beragam dan cepat berubah, disusun dalam tiga segmen pasar:
1. Infrastruktur,
meliputi kabel, akses jaringan dan manajemen energi rumah
2. Kesadaran
/ Keamanan, meliputi keamanan dan alarm kebakaran rumah, pemantauan lansia
(tidak klinis) dan anak-anak.
3. Kenyamanan
/ Hiburan, meliputi pengendalian iklim, manajemen pencahayaan, peralatan dan
hiburan
Oleh karena itu sektor ini sekarang mencakup eReaders,
photoframes Digital, Game konsol serta Cincin / pengering dan Alarm Rumah.
4. Sektor Kesehatan
Sektor kesehatan meliputi telemedicine, rumah
jompo, dan perawatan kesehatan di rumah termasuk pemantauan jarak jauh.
Misalnya alat pacu jantung jantung ditanamkan untuk orang tua (klinis).
Aplikasi ini memberdayakan pasien dan dokter sama untuk melakukan penelitian
yang lebih baik dan pilihan pengobatan. Sektor ini kemudian juga melacak
peralatan Lab, seperti sentrifus, inkubator, freezer dan peralatan tes darah.
Ini mencakup segmen berikut:
2.
Dalam
vivo(berasal dari Spanyol: vivo[vivo,
"hidup"]) / rumah meliputi Implan (pacu jantung, dll), Sistem
Pemantauan Rumah.
3. Penelitian yang
meliputi Penemuan Obat, Diagnostik dan peralatan
Lab.
5. Sektor Industri
Sektor Industri mencakup pemantauan dan
pelacakan aset, yang melibatkan pemantauan diskrit aset atau perangkat untuk
memastikan kinerja uptime, kontrol versi, dan analisis lokasi untuk berbagai
proses industri pabrik. Proses ini tersegmentasi sebagai berikut:
1. cairan
2. Konversi
/ Diskrit meliputi tank, fabrikasi, perakitan / kemasan.
3. Distribusi
meliputi infrastruktur / rantai persediaan.
4. Sumber
Otomasi meliputi pertanian, irigasi, pertambangan, gudang, pabrik / tanaman.
6.
Sektor
Transportasi
Sektor Transportasi dibagi menjadi tiga segmen utama:
1. Kendaraan.
Ini termasuk kendaraan telematika, pelacakan
dan komunikasi dengan mobil, truk dan trailer. Kendaraan telematika kemudian
memungkinkan layanan seperti navigasi, diagnostik kendaraan, dan pencarian
kendaraan yang dicuri. Daerah yang berhubungan dengan kendaraan lainnya
termasuk off-highway (misalnya konstruksi, pertanian)
2. Non-Kendaraan.
Transportasi non-kendaraan termasuk pesawat, kereta api, kapal / perahu dan
kontainer
3. Sistem
Transportasi. Transportasi Sistem mencakup layanan informasi untuk penumpang ,
skema pembayaran jalan, skema parkir, terutama di kota-kota.
7.
Sektor
Perdagangan
Sektor perdagangan yang meliputi sistem jaringan
dan perangkat yang memungkinkan pengecer untuk memiliki peningkatan visibilitas
rantai pasokan, konsumen dan mengumpulkan informasi produk, meningkatkan
kontrol persediaan, mengurangi konsumsi energi, dan penelusuran aset dan
keamanan. Ini termasuk angka penjualan peralatan, Mesin penjual (makanan /
minuman, rokok, produk bernilai tinggi seperti CD),alat pembayaran parkir,
Peralatan (pompa bensin, pencuci / pengering, pendingin, pembersih mobil)
Layanan, Hiburan (mesin game, sistem suara) dan Signage / tampilan (billboard,
display) serta sistem RFID (penandaan
barang), dll. Sektor ini dibagi menjadi tiga segmen utama:
1. Toko,
meliputi supermarket, pusat perbelanjaan, serta situs toko tunggal dan pusat
distribusi.
2. Perhotelan
meliputi hotel, restoran, bar, kafe dan klub.
3. Khusus
meliputi SPBU, game, bowling, bioskop, konser, balap, dan pameran.
8.
Sektor
Keamanan
Sektor Keamanan Publik sangat luas dan dibagi menjadi lima segmen:
1. Layanan
darurat, meliputi polisi, pemadam kebakaran, jasa ambulans serta kerusakan
mobil dan layanan pengaturan. Ini termasuk instalasi unit gawat darurat.
2.
Infrastruktur Publik, meliputi pemantauan lingkungan termasuk
dataran banjir, instalasi pengolahan air. Hal ini berkaitan dengan iklim dan meteorologi.
3.
Pelacakan
meliputi manusia (pekerja mandiri, parolees, dll), hewan, pengiriman dan pos,
kemasan dan pelacakan bagasi.
4.
Peralatan
meliputi senjata militer, kendaraan militer, kapal, pesawat dan peralatan
lainnya.
5.
Pengawasan,
meliputi pengawasan tetap (CCTV, Kamera Kecepatan)
serta keamanan militer dan radar / satelit.
Sektor
Teknologi dan Jaringan
Sektor ini dibagi menjadi dua segmen utama:
1. Jaringan
perusahaan, meliputi peralatan kantor seperti mesin fotokopi, printer, mesin
cap serta pemantauan jarak jauh PBXs, IT / komponen pusat data dan komponen
jaringan pribadi.
2. Jaringan
publik termasuk infrastruktur pembawa seperti menara seluler, pusat data
publik, sistem pasokan listrik dan penyejuk ruangan. Kategori ini berbeda dari
manajemen fasilitas di sektor pembangunan.
Teknologi
Pengimplementasian Internet of Things
Internet of Things mengacu
pada pengidentifikasian suatu objek yang
direpresentasikan secara virtual di dunia maya atau Internet. Jadi dapat
dikatakan bahwa Internet of Things adalah bagaimana
suatu objek yang nyata di dunia ini digambarkan di dunia maya (Internet).
Bahkan salah satu cafe kopi terkenal di Indonesia “Starbucks” dalam beberapa
tahun ke depan, dilaporkan berencana menghubungkan kulkas dan mesin kopi milik
mereka dengan teknologi Internet of Thing. Sehingga mereka dapat meningkatkan
pelayanan mereka dengan mengetahui apa saja yang lebih disukai konsumen,
meramalkan kebutuhan stock barang (kopi,dll), dan masih banyak lainnya dan pada
akhirnya efisiensi dan keuntungan akan meningkat.[3] Mari kita bayangkan ketika
semua benda, bahkan manusia, hewan dan tumbuhan dilengkapi dengan alat
pengidentifikasian, maka mereka bisa dikelola secara efisien dengan bantuan
komputer. Dan pengidentifikasian tersebut dapat dilakukan dengan beberapa
teknologi seperti kode batang (Barcode), Kode QR (QR Code) dan Identifikasi
Frekuensi Radio (RFID)
- Kode Batang
Contoh
kode batang
Kode batang atau lebih dikenal dengan bahasa inggrisnya barcode adalah
suatu kumpulan data optik yang
dapat dibaca oleh alat scannernya. Kode batang pada awalnya digunakan
untuk otomatisasi pemeriksaan barang di swalayan dan hingga saat ini kode
batang (tipe UPC (Universal Price Codes)) kebanyakan masih digunakan untuk hal
tersebut.Hal ini dikarenakan banyaknya keuntungan yang dapat diambil dari
penggunaan kode batang,
yaitu :
1.
Proses
Input Data lebih cepat, karena : Scanner Kode batang dapat membaca / merekam
data lebih cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual.
2.
Proses
Input Data lebih tepat, karena : Teknologi Kode batang mempunyai ketepatan
yang tinggi dalam pencarian data.
3.
Proses
Input lebih akurat mencari data, karena : Teknologi Kode batang mempunyai
akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi.
4.
Mengurangi
Biaya, karena dapat mengindari kerugian dari kesalahan pencatatan data, dan
mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual secara berulang-ulang dan
memiliki harga yang lebih murah daripada RFID.
5.
Peningkatan
Kinerja Manajemen, karena dengan data yang lebih cepat, tepat dan akurat maka
pengambilan keputusan oleh manajemen akan jauh lebih baik dan lebih tepat, yang
nantinya akan sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan perusahaan.
Prinsip kerja kode batang sangatlah sederhana, yaitu ketika kode batang
didekatkan pada scanner atau pemindainya, maka scannernya akan memancarkan
cahaya dan mengidentifikasi informasi atau kode yang ada pada kode batang
tersebut.
- Kode QR
Contoh
proses pengiriman informasi kode QR melalui telepon seluler
Kode QR atau lebih dikenal dengan sebutan QR Code (Quick Response Code) adalah suatu kode batang dua
dimensi yang dikembangkan oleh Denso Wave, salah satu divisi pada Denso
Corporation yang merupakan perusahaan jepang. Sesuai namanya Kode QR (Quick
Response) diciptakan untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan mendapatkan
respons yang cepat pula. Berbeda dengan kode batang, yang hanya menyimpan
informasi secara horizontal, kode QR mampu menyimpan informasi secara
horizontal dan vertikal, oleh karena itu secara otomatis Kode QR dapat
menampung informasi yang lebih banyak daripada kode batang. Pada zaman sekarang
ini kode QR banyak digunakan sebagai alat penaut fisik yang dapat menyimpan
alamat dan URL, nomor telepon, teks dan sms yang dapat digunakan pada majalah,
surat harian, iklan, pada tanda-tanda bus, kartu nama ataupun media lainnya.
Atau dengan kata lain sebagai penghubung secara cepat konten daring (dalam
jaringan/online) dan konten luring (luar jaringan/offline). Kehadiran kode ini
memungkinkan semua orang berinteraksi dengan media yang ditempeli oleh kode QR,
melalui ponsel secara efektif dan efisien. Semua orang juga dapat menghasilkan
dan mencetak sendiri kode QR, sehingga orang lain dapat dengan mudah mengakses
alamat URL ataupun segala informasi yang disimpan oleh kode QR tersebut .
- Identifikasi Frekuensi Radi
Contoh
RFID yang ditempelkan pada sepatu untuk mendeteksi pelari di garis finish
Identifikasi Frekuensi Radio
atau RFID (Radio Frequensi Identifity) merupakan salah satu teknologi
implementasi dari Internet of Things. Secara singkatnya, RFID adalah sebuah
metode identifikasi secara otomatis dengan menggunakan suatu peranti yang
disebut RFID tag atau transponder[4]. Pada zaman modern sekarang ini,
RFID merupakan teknologi yang sudah umum (banyak digunakan), dikarenakan
kegunaan dan efisiensinya dalam mendukung segala aktivitas kehidupan manusia.
Baik pada sektor produksi, distribusi maupun konsumsi. Hal ini dikarenakan
label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di
dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi
menggunakan gelombang radio. Sehingga memudahkan penggunanya untuk mendata
(mengetahui jumlah maupun keberadaan atau lokasi) barang yang dimilikinya
tersebut. Prinsip kerja RFID sangatlah sederhana yaitu RFIDtag (label RFID)
memuat informasi dalam bentuk elektronik dan ketika bertemu dengan
RFIDreadernya, informasi itu akan dikirimkan ke RFIDreader dalam bentuk
gelombang radio (makanya disebut Radio Frequensi Identifity). Sehingga benda
tersebut dapat teridentifikasi oleh RFIDreadernya.
sumber :









