Kali ini
saya akan menceritakan kepada kalian budaya yang ada dalam kehidupan keluarga
saya. Sebelum saya akan menceritakan budaya yang ada di kehidupan keluarga saya,
saya akan menjelaskan terlebih dahulu definisi dari budaya atau kebudayaan.
Pasti dari
kalian semua sudah pernah dengar atau sudah pernah baca definisi dari budaya.oke
dari itu saya akan menjelaskan definisi budaya.
BUDAYA
suatu
cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan
diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang
rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas,
pakaian, bangunan, dan karya seni.
Budaya
menurut saya adalah suatu pola hidup , pola pikir , dan adat –istiadat dari manusia
yang mewariskan suatu budayan kepada generasinya dimulai dari para generasi
masih baru lahir oleh orang tuannya.
Setelah
saya sudah menjelaskan pengertian atau definisi dari Budaya. Lalu saya akan
menceritakan budaya yang ada dalam keluarga saya . oke mulai saja saya akan
menceritakannya.
DESKRIPSI BUDAYA SAYA.
Saya Hayu Pangestu, saya lahir dan
besar di Bekasi, tepatnya di JatiAsih. saya dibekasi sudah 19th, saya bingung bagaimana
menceritakan budaya yang ada di keluarga saya, saya aja lahir dan besar di
bekasi. Ibu dan Ayah saya Lahir di Jakarta tetapi orang tua dari Ibu saya Asli
Orang Toraja dan Semarang sedangkan Nenek saya atau orang tua dari Ibu saya
juga pernah tinggal di Surabaya(jawa Tengah). Didalam budaya keluarga saya
adalah :
1. Kalo sedang Makan Tidak Boleh
Berbicara.
Katanya
kalo kita makam sambil berbicari itu pamali kalo kata orang tua.
2. Tidak boleh Duduk Didepan Pintu
buat para perempuan.
Kalo
para perempuan duduk di depan pintu itu sangat pamali karena takut tidak dapat
jodoh.
3. Kalo Sedang berkerja tidak boleh
setenggah –setenggah.
Kalo
yang satu ini, kalo kita memberisihkan sesuatu dengan setengg ah- setenggah nanti jodohnya berewokan gitu.
Kalo budaya
di Toraja saya Cuma tau kalo orang yang sudah meninggal dikubur atau disimpan
di goa yang bersejarah lalu keluarga yang sedang lagi berdukan itu harus
melakukan perayaan tetapi dalam sejarah yang melukakn perayaan itu orang –orang
yang mempunyaii kekayaan yang lebih, tetapi saya tidak tau apakah sekarang
masih ada ada seperti itu di Toraja. Saya sendiri belum pernah pergi keToraja,
Tetapi saya tau itu semua dari Nenek saya .
Oh iya
Di Semarang juga ada budaya Pas Idul Fitri kita bersilaturahmi ke tetangga itu
sehari sebelum idul Fitri atau hari raya dan juga disana sehabis kita sholat
Idul fitri kita berkumpul dan berminta maaf sesama keluarga dan habis itu kita
berkumpul di pemakaman keluarga besar di kaliwungu, Jawa Tengah untuk berdoa
bersama di makam Kanjeng
Sunan Katong.
Itu saja budaya yang ada di
kehidupan kelurga saya, saya tidak bisa menceritakan banyak karena saya kurang
tau kultur budaya dari kelurga saya.