Sabtu, 05 Mei 2018

WhatsApp



PERKEMBANGAN APLIKASI WHATSAPP


Apa Itu WhatsApp?

WhatsApp adalah aplikasi pesan instan untuk smartphone, jika dilihat dari fungsinya WhatsApp hampir sama dengan aplikasi SMS yang biasa Anda pergunakan di ponsel lama. Tetapi WhatsApp tidak menggunakan pulsa, melainkan data internet.

Fitur-fitur Unggulan WhatsApp

WhatsApp mempunyai beberapa fitur:

    • Mengirim pesan teks.


    • Mengirim foto dari galeri ataupun dari kamera.
    • Mengirim video

    • Mengirimkan berkas-berkas kantor atau yang lainnya.


    • Menelpon melalui suara, termasuk mengirim pesan suara Anda yang dapat didengarkan oleh penerima setiap saat.


    • Berbagi lokasi memanfaatkan GPS

    • Mengirimkan kartu kontak.
    • WhatsApp juga mendukung beberapa emoji, namun untuk stiker, WhatsApp tergolong minimalis. Berbeda dengan LINE yang lebih getol mengembangkannnya.

    • Di WhatsApp, pengguna juga dapat mengatur panel profilnya sendiri, terdiri dari nama, foto, status serta beberapa alat pengaturan privasi untuk melindungi profil dan juga alat bantuan untuk membackup pesan, mengubah nomor akun dan melakukan pembayaran. Ah ya, WhatsApp ini akan menjadi aplikasi berbayar setelah setahun digunakan, biayanya hanya Rp 12.000 per tahunnya. Anda dapat juga membantu teman dengan cara membayarkan biaya berlangganan tersebut atas namanya.
    Sejarah WhatsApp

    WhatsApp didirikan pada 24 Februari 2009 oleh dua orang pria bernama Brian Acton dan Jan Koum. Keduanya adalah mantan pekerja senior di raksasa online Yahoo. Bermodalkan tabungan sebesar $400.000 yang diperoleh selama bekerja di sana, Koum mengunjungi temannya, Alex Fishman untuk berdiskusi mengenai App Store yang kala itu baru berusia 7 bulan, Koum merasa toko ini menyimpan potensi. Fishman kemudian membantu Koum mencarikan pengembang aplikasi iPhone bernama Igor Solomennikov yang berasal dari Rusia.

    Tapi meskipun WhatsApp Inc telah berdiri, aplikasi WhatsApp sendiri masih jauh dari beres. Dalam beberapa percobaan, WhatsApp mengalami crash dan gagal berjalan seperti yang diharapkan. Putus asa, Koum berniat menutup perusahaannya dan mencari pekerjaan lain. Namun Brian Acton mendorongnya untuk tetap bertahan beberapa bulan lagi. Pada akhirnya setelah melewati fase beta yang cukup panjang, pada bulan November 2009, WhatsApp resmi memulai kiprahnya di App Store. Sebelumnya, Koum telah membujuk Acton dan lima mantan pegawai Yahoo! lainnya untuk berinvestasi. Setelah mengunjungi App Store, pada bulan Januari 2010 WhatsApp mengembara ke BlackBerry Store dan disusul Android pada bulan Agustus.
    WhatsApp tersedia untuk semua sistem operasi mobile yang masih eksis. Dari iOS, Android, BlackBerry OS, BlackBery 10, Nokia Symbian, Nokia Series 40 dan juga Windows Phone.

    WhatsApp sejatinya tidak sepenuhnya gratis. Aplikasi WhatsApp di iPhone bisa digunakan cuma-cuma selama setahun, kemudian diwajibkan membayar. Demikian juga di platform lainnya.
    Whatsapp dijaman dulu belum menggeluarkan fitur whatsapp videocall, Grup Chat dan membuat status di aplikasi whatsapp. Sekarang whatsapp sudah mengeluarkan fitur -fitur tersebut.


  1. Videocall




  2. Status.





  3. Membuat Grup Chatting.




    1. Kelebihan Aplikasi Whatsapp


      1. Kontak telepon otomatis tersinkron

      Hal ini memudahkan pengguna untuk berhubungan dengan teman yang ada pada kontak, karena kontak yang sudah ada di buku telepon otomatis terhubung di Whatsapp. Begitu pula dengan kontak nomor kita yang sudah terdaftar di WA, akan otomatis terhubung dengan akun teman yang menggunakan aplikasi Whatsapp.

      2. Mudah digunakan

      Cara kerja aplikasi chatting ini sangat mudah, bahkan untuk pemula. Syarat pendaftaran juga hanya menggunakan nomor telepon yang digunakan.

      3. Mudah di-setting

      Kelebihan ini berbeda dengan aplikasi messenger yang lain. Pengguna Whatsapp dapat mengganti background chat. Jadi pengguna tidak akan merasa bosan dengan tampilan aplikasi WA. Selain itu, bunyi ringtone dapat diatur menjadi MP3 yang diinginkan sebagai notifikasi pemberitahuan. Berbeda dengan aplikasi lain seperti BBM, yang hanya dapat menggunakan ringtone bawaan dari server.

      4. Dapat back up percakapan dengan mudah

      Seringkali saat kita mengganti ponsel, maka kita akan kehilangan semua memory telepon, pesan, dan pembicaraan kita. Berbeda dengan WA yang bisa di-setting untuk mem-back up percakapan, sehingga tetap dapat ditampilkan, meskipun berganti ponsel.

      5. Berkomunikasi dengan menggunakan koneksi internet

      Jika dulu pengguna ponsel membuat panggilan telepon dan berkirim sms dengan menggunakan pulsa. Kini dengan WA pengguna dapat berkirim pesan teks dan pesan suara tanpa pulsa, cukup menggunakan koneksi data internet.

      Kekurangan Aplikasi Whatsapp

      1. Emoticon yang kurang menarik

      Sejak pertama diluncurkan hingga saat ini emoticon yang digunakan Whatsapp masih sederhana. Jika dibandingkan dengan aplikasi sejenis seperti BBM, Line atau WeChat yang sudah menggunakan emoticon kartun yang menarik.

      2. Belum mendukung video call

      Bahkan, aplikasi WA versi terbaru masih belum mendukung fitur video call. Tentu saja kelemahan ini membuka peluang pendatang baru untuk bersaing, rata-rata aplikasi sejenis sudah menambahkan fitur video call.

      3. Harus sering update

      Aplikasi WA merupakan salah satu aplikasi yang paling sering meminta update. Meskipun, setiap versi terbaru yang ditawarkan memberikan fitur inovatif, namun ini cukup merepotkan pengguna.

      4. Volume data cukup besar

      Semakin baru versi WA yang digunakan, maka akan semakin besar pula volume data yang harus disimpan. Tentu saja ini cukup memboroskan kapasitan memori telepon, apalagi jika memori yang tersedia tidak cukup besar dan aplikasi yang digunakan banyak. Akibatnya kinerja ponsel menjadi lambat.










      sumber :

      Selasa, 01 Mei 2018

      Application Service Library


      Definisi


      ASL kepanjangan dari Application Service Library. ASL adalah sebuah framework untuk proses manajemen aplikasi. ASL adalah domain publik kerangka praktik terbaik yang digunakan intuk standarisasi proses dan aplikasi manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah perpustakaan digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktik terbaik dari IT industri. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel dan pada situs resmi dari ASL BiSL Foundtion.

      ASL lebih dari sekadar framework. Karena didukung oleh praktek-praktek terbaik yang diambil dari sejumlah organisasi. Konsep ASL akan dikembangkan oleh yayasan dan para pendukungnya secara berkelanjutan.

      Cakupan Application Service Library (ASL) 

      ASL ini dimaksudkan untuk mendukung Manajemen Aplikasi dengan menyediakan alat-alat. Dua kategori utama bantu didefinisikan:

      1. Deskripsi dari proses untuk Manajemen Aplikasi.
      2. Ditambah penggunaan praktek-praktek terbaik terminologi standar, menghindari perangkap berbicara tentang topik yang berbeda saat menggunakan kata-kata yang sama.
      Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.
      Ada 4 proses dalam cluster Dukungan Aplikasi. Proses dalam cluster Organisasi Layanan mendukung penggunaan sehari-hari dari sistem informasi. Proses dalam cluster ini adalah:

      1. Use Support
      2.  Configuration Management
      3. IT Operation Management
      4. Continuity Management

      Framework ASL

      Proses dalam rangka ASL dapat dibagi sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
      1. Apakah sudut pendekatan 'layanan' atau 'aplikasi'?
      2. Apakah proses operasional, taktis atau strategis terlibat?


      Aplikasi manajemen digambarkan sebagai manajemen pemeliharaan, peningkatan dan renovasi aplikasi dengan cara suara-ekonomi bisnis. Itu Prinsip kunci di sini adalah untuk mendukung proses bisnis menggunakan sistem informasi untuk siklus hidup dari proses bisnis.

      Dua sudut pandang penting dapat dibedakan di sini:

      Yang pertama adalah perspektif 'mendukung proses bisnis menggunakan sistem informasi'. Ini berarti menjaga aplikasi dan berjalan dan memastikan bahwa mereka mendukung organisasi kegiatan sehari-hari. Secara praktis, ini melibatkan menyediakan layanan terus menerus dengan membuat perusahaan kesepakatan tentang tingkat layanan dan memulihkan tingkat layanan yang disepakati secepat mungkin jika penyimpangan ditetapkan; menciptakan tingkat tinggi aksesibilitas bagi pertanyaan dan komentar dari klien tentang layanan; mencegah gangguan dan memfasilitasi layanan baru dengan menanggapi sebagai layanan ICT penyedia dalam waktu yang baik. Fokusnya adalah karena pada layanan, layanan yang disediakan dan yang (bersama-sama dengan manajemen infrastruktur) memfasilitasi penggunaan aplikasi. Dalam hal ini biaya umum jumlah 10 - 20% dari biaya keseluruhan manajemen aplikasi.

      Tiga tingkat dibedakan: operasional, taktis dan strategis.
      Tingkat operasional mengakui dua kelompok proses:

      1. 'pemeliharaan' dari aplikasi: proses yang memastikan ketersediaan optimum aplikasi saat ini sedang digunakan untuk mendukung proses bisnis dengan minimal sumber daya dan gangguan dalam operasi.
      2. 'tambahan / renovasi' aplikasi: proses yang beradaptasi aplikasi dengan keinginan baru dan persyaratan dalam menanggapi perubahan organisasi dan lingkungannya. yang diperlukan penyesuaian dilakukan terhadap perangkat lunak, model data dan dokumentasi.

      Cluster proses di tingkat strategis adalah
      1. Organisasi Manajemen Siklus (OCM): proses yang bertujuan untuk mengembangkan visi masa depan organisasi jasa ICT dan menerjemahkan visi yang menjadi kebijakan untuk pembaruan nya.
      2. Aplikasi Cycle Management (ACM): proses yang berfungsi untuk membentuk strategi jangka panjang untuk berbagai aplikasi yang sesuai dalam keseluruhan penyediaan informasi organisasi dalam kaitannya kebijakan jangka panjang organisasi.









      sumber:

       

      HAYUPANGESTU Template by Ipietoon Cute Blog Design