Software
maintanence menjadi bagian dari keberlangsungan sebuah software (software
sustainment). Software yang dapat di maintenance akan mendukung perusahaan
dalam memecahkan solusi sesuai dengan perubahan lingkungan bisnis. Bila suatu
software tidak dapat di maintenance maka sofrware tersebut tidak dapat
mendukung kinerja dari perusahaan atau pengguna. Software maintenance menjadi
sangat penting karena memberikan porsi yang besar dalam biaya lifecycle
keseluruhan. Ketidakmampuan untuk melakukan perubahan software secara cepat dan
reliable akan menyebabkan kehilangan peluang bisnis yang dimiliki.
Maintenance
pada software perlu dilakukan dengan cara memonitor dan mengevaluasi kinerja
pada software yang sudah ada.
Maintenance software
perlu memperhatikan beberapa karakteristik:
|
Karakteristik
|
Sub karakteristik
|
|
Functionality:
Software untuk menjalankan fungsinya sebagimana kebutuhan sistemnya.
|
Suitability,accuracy,interoperability,
security
|
|
Reliability
: Kemampuan software untuk dapat tetap tampil sesuai dengan fungsi ketika
digunakan.
|
Maturity,
Fault tolerance, Recoverability
|
|
Usability
: Kemampuan software untuk menampilkan performans relatif terhadap penggunaan
sumberdaya.
|
Understanbility,Learnability,Operability,
Attractiveness
|
|
Efficiency
: Kemampuan software untuk menampilkan performans relatif terhadap penggunaan
sumberdaya.
|
Time
behaviour, Resource Utilization
|
|
Maintainability
: Kemampuan software untuk dimodifikasi (korreksi, adaptasi, perbaikan)
|
Analyzability,Changeability,Stability,
Testability
|
|
Portability
: Kemampuan software untuk ditransfer dari satu lingkungan ke lingkungan
lain.
|
Adaptability,
Installability
|
4
Jenis Kategori Maintenance dalam Software
1. Corrective maintenance, ini kita
lakukan ketika sebuah bug ditemukan pada sistem dan kita harus
melakukan perbaikan.
2. Adaptive maintenance, ketika sistem
yang kita buat harus mengadaptasi perubahan pada environment dimana sistem
tersebut berjalan. Misalnya, ketika membuat sebuah aplikasi Android, kita harus
melakukan maintenance ketika versi Android di upgrade, agar aplikasi kita
tetap compatible.
3. Perfective maintenance, ketika
pengguna sistem atau stakeholder merubah requirement dari
sistem yang kita bangun.
4. Preventive maintenance, ketika kita
hendak meningkatkan kualitas sistem yang kita bangun atau hendak menanggulangi
sebuah bug sebelum bug tersebut terjadi.
Aspek
Kegiatan Maintenance
Beberapa aspek-aspek
penting dalam perencanaan perawatan adalah:
1. Perencanaan adalah kegiatan untuk
menjalankan fungsi. Aspek-Aspek penting dalam perawatan perencanaan :
a. Penyusunan
secara struktural kegiatan perawatan yang akan dijalankan
b. Penyusunan
sistem perawatan
c. Kegiatan
pengontrolan dan pencatatan
d. Penerapan
sistem perawatan dan pencatatan
Sedangkan faktor-faktor
yang harus diperhatikan dalam penyusunan perencanaan perawatan adalah ruang
lingkup pekerjaan, prioritas pekerjaan, kebutuhan ketrampilan, kebutuhan tenaga
kerja, kebutuhan peralatan dan kebutuhan material.
2. Pemeriksaan, kegiatan pemeriksaan yang
telah tersusun dengan teratur akan menjaga performa mesin dalam keadaaan
optimal dan dapat berfungsi sesuai standar. Kegiatan pemeriksaan terdiri dari :
a. Pemeriksaan
operasional
b. Pemeriksaan
pemberhentian
c. Pemeriksaan
overhaul
Manfaat
Pemeliharaan Software
Ada beberapa manfaat dari
pemeliharaan software, yaitu sebagai berikut :
1) Dapat
memastikan kesesuaian dengan kebutuhan fungsionalitas teknis software.
2) Dapat memastikan kesesuaian kebutuhan pihak
manajerial mengenai jadwal dan budget.
3) Dapat
meningkatkan efisiensi software berikut juga aktifitas pemeliharaannya.